Jumat, 07 Desember 2012
MENGHILANGKAN KEKHAWATIRAN
Bismillahirrahmanirrahim,
Hilangkan kekhawatiran dan kejarlah apa yang seharusnya Anda kejar!
Seorang yang percaya dengan pilihan terbaik yang ditetapkan Allah
sebagai takdir untuknya, niscaya ia akan menyibukkan dirinya dengan
menikmati kasih sayang-Nya diwaktu menjalani takdir yang menjadi
ketetapan-Nya, daripada menyibukkan diri dengan kesedihan.
"Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri," (Q.S. 'Abasa : 38)
Ali bin Abi Thalib berkata, "Di hariku yang mana aku dapat melarikan
diri dari maut? Di hari yang tidak ditakdirkan? atau, di hari yang
ditakdirkan?Hari yang tidak ditakdirkan, aku tidak khawatir terhadapnya.
Dan dari hari yang ditakdirkan, sikap khawatir tidaklah menyelamatkan."
Karena itu, hilangkanlah rasa khawatir yang tidak menyelamatkan Anda
karena hilangnya kekhawatiran dalam diri Anda akan menjadi dorongan bagi
Anda ketika Anda hampir berhenti merasakan kasih sayang Allah, menjadi
petunjuk jalan ketika Anda tersesat, membiasakan senyuman sabar ketika
Anda berduka, memapah Anda saat Anda hampir tergelincir dan mengalungkan
butir-butir mutiara harapan pada dada Anda.
"Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan)," (Q.S. Al-Ahqaf : 26)
Sadarilah, Allah memberikan takdir-Nya untuk Anda dengan kelembutan,
karena dia adalah Maha Lembut. Sebagaimana seorang ibu yang bersikap
lemah lembut kepada anak-anaknya.
"Sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Lembut, dan Dia mencintai segala kelembutan dalam segala perkara." (Al-Hadits)
Dan, Dia memberikan takdir itu untuk kebaikan Anda. Maka, untuk apakah
Anda harus bersedih jika takdir Anda adalah menerima kebaikan dari
Allah?
Ibnu Athaillah, Al-Hikam berkata, "Sekuat apapun semangat yang menggebu, tak akan bisa menerobos takdir."
Oleh itu, hentikanlah usaha Anda untuk menerobos takdirnya dengan
menunda takdir yang kurang baik dan menyegerakan takdir yang baik,
karena hal itu hanyalah akan menghabiskan waktu Anda yang sangat
berharga. Orang-orang yang hebat bukanlah dia yang berusaha menerobos
takdir yang telah menjadi ketetapan-Nya, namun dia menjalani takdirnya
dengan senang hati. Dan menghindarkan diri dari apa yang tidak bisa
dikejarnya. Dan, mengusahakan diri untuk mengejar apa-apa yang bisa
dikejarnya. Maka, jika saat ini Anda memiliki kesempatan untuk mengejar
ridha Allah dengan menerima takdir dengan senang hati, maka kejarlah hal
itu! Jika hari ini Anda memiliki kesempatan untuk mengejar kebahagiaan
dengan percaya segala takdir dari-Nya adalah untuk kebaikan Anda, maka
kejarlah hal itu! Dan jika hari Anda memiliki kesempatan untuk mengejar
kasih sayang Allah, dengan menghilangkan segala kekhawatiran, maka
kejarlah hal itu!
Rabu, 05 Desember 2012
Tafakur & Muhasabah
Bismillahirrahmanirrahim,
Kemana engkau kan pergi
Bila jiwa ini kan pasti kembali
Kemana kau akan berlari
Bila nafas jiwa mu akan terhenti
Kenapa kau selalu berfikir tuk hidup kekal abadi
Padahal kau pun menjumpai org disekitarmu mati
Keindahan bagaimana yang kau cari
Kebahagiaan seperti apa yang ingin kau capai
Sedangkan yang indah dan bahagia terletak pada pandangan hati
Mengapa hidup mu hanya memikirkan hal yang bersifat duniawi
Sedangkan keduniaan tak selalu menjanjikan keabadian hakiki
Akhirat pun selalu menanti
Ia pasti kan kau temui
Diakhir perjalanan ukhrawi
Oh bertapa engkau merugi
Ketika harta dan perhiasan dunia membumbung tinggi
Sementara jiwamu Kosong dan sepi
Dari Nilai aqidah dan Amaliah ilahi
Apakah engkau mengira Allah Itu Tiada Disini
Padahal setiap saat kamu di awasi
Hanyalah Dia yang patut engkau ibadahi.
Bukan makhluk dan Harta benda yg selalu Kau Puji
Cepatlah Engkau Kembali
Kepangkuan Rabbi
Dengan perasaan menyesal dan Meratapi diri
Agar kau akan diridhoi dan tak menyesal jika kau mati suatu saat Nanti
Kemana engkau kan pergi
Bila jiwa ini kan pasti kembali
Kemana kau akan berlari
Bila nafas jiwa mu akan terhenti
Kenapa kau selalu berfikir tuk hidup kekal abadi
Padahal kau pun menjumpai org disekitarmu mati
Keindahan bagaimana yang kau cari
Kebahagiaan seperti apa yang ingin kau capai
Sedangkan yang indah dan bahagia terletak pada pandangan hati
Mengapa hidup mu hanya memikirkan hal yang bersifat duniawi
Sedangkan keduniaan tak selalu menjanjikan keabadian hakiki
Akhirat pun selalu menanti
Ia pasti kan kau temui
Diakhir perjalanan ukhrawi
Oh bertapa engkau merugi
Ketika harta dan perhiasan dunia membumbung tinggi
Sementara jiwamu Kosong dan sepi
Dari Nilai aqidah dan Amaliah ilahi
Apakah engkau mengira Allah Itu Tiada Disini
Padahal setiap saat kamu di awasi
Hanyalah Dia yang patut engkau ibadahi.
Bukan makhluk dan Harta benda yg selalu Kau Puji
Cepatlah Engkau Kembali
Kepangkuan Rabbi
Dengan perasaan menyesal dan Meratapi diri
Agar kau akan diridhoi dan tak menyesal jika kau mati suatu saat Nanti
Selasa, 04 Desember 2012
BAHAYA TIDUR SELEPAS SUBUH
Assalamu Alaikum Wr Wb
Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad #Shalawat
Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh
barakah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk
memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat
orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya
dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata
dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan.
Saudaraku,
ingatlah bahawa orang-orang soleh terdahulu sangat membenci tidur pagi.
Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan
masalah banyak tidur bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat
badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau Rahimahullah
mengatakan,
" Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan
malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang
dapat menimbulkan bahaya bagi badan."
Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :
1. Tidur ketika perlu tidur.
2. Tidur di awal malam – ini lebih manfaat daripada tidur lewat malam.
3. Tidur di pertengahan siang – ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan petang.
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai
solat subuh hingga matahari terbit. Kerena pada waktu tersebut adalah
waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu
tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang soleh.
Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka
tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka
melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu
rezeki dan datangnya barokah (banyak kebaikan)." (Madarijus Salikin,
1/459, Maktabah Syamilah)
BAHAYA TIDUR PAGI
1. Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.
2. Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush soleh (generasi
terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.
3. Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.
4. Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.
Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau
rahimahullah berkata, " Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda
dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216).
Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu
tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering
tidur, maka di petang harinya dia juga akan malas-malasan pula.
5. Menghambat datangnya rezeki.
Ibnul Qayyim berkata, " 4 hal yang menghambat datangnya rezeki adalah :
1. Tidur di waktu pagi,
2. Sedikit solat,
3. Malas-malasan dan
4. Berkhianat."
(Zaadul Ma’ad, 4/378)
6. Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)
" Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..." Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manfa'at kepada manusia lain.
Senin, 03 Desember 2012
( HIKMAH ) 70 KALI BERDOA DAN MEMOHON KEPADA ALLAH SWT
Ada seorang kakek yang tinggal di India. Umurnya sudah lebih dari 70
th. Sepanjang hidupnya selama 70 th itu, ia gunakan untuk menyembah
berhala dari batu. Setiap hari ia begitu taat menyembah tuhannya itu.
Suatu ketika, kakek ini punya suatu keinginan. Ia pun kemudian
mendatangi tuhannya seraya memohon agar doa`nya dapat dikabulkan. "Oh,
tuhanku Latta. Oh tuhanku Uzza. Tujuh puluh tahun aku terus menerus
menyembahmu. Selama itu, tak ada sesuatupun yang aku mohonkan kepadamu.
Sekarang, aku ada permohonan kepadamu. Mohon, kabulkanlah permohonanku
ini".
Kakek itu memohon sambil merengek-rengek kepada Latta
dan Uzza kiranya doa`nya dapat dikabulkan. Demikian seterusnya dia
lakukan. Setelah sampai tujuh puluh kali doa` itu ia panjatkan, tak ada
sedikitpun pengabulan dari berhala tuhannya yang ia peroleh. Maka kakek
itu sedih sekali dan akhirnya putus asa.
Dalam keputusasaannya itu, ternyata Allah SWT memberi hidayah kepada
kakek. Hati sang kakek Ia lapangkan segera sadar akan kekeliruannya
selama ini. Gantilah kakek itu berdoa` kepada Allah SWT . " Ya Allah
SWT, baru sekarang aku menghadap-Mu. Aku memohon ssuatu kepada-Mu.
Kabulkanlah, ya Allah SWT, permohonanku ini ".
Selesai kakek
itu bermunajat kepada Allah SWT, maka sesaat kemudian ia mendengar
jawban dari Allah SWT. " Wahai hamba-Ku, mintalah kamu kepada-Ku,
niscaya Aku akan memberimu ".
Waktu para malaikat mendengar
jawaban yang diberikan Allah SWT kepada sang kakek, maka gemparlah para
malaikat. " Ya Allah SWT, tujuh puluh tahun lamanya orang itu musyrik
dan menyembah berhala. Dan telah tujuh puluh kali pula ia telah memohon
kepada berhalanya agar dikabulkan permohonannya, namun itu tidak
terjadi. Sekarang, ia baru sekali saja berdoa` kepada-Mu, mengapa Engkau
kabulkan permohonannya itu ?"
Mendengar pertanyaan para
malaikat itu, maka Allah SWT segera memberi penjelasan. " Wahai para
malaikat, jika berhala yang benda mati itu tidak bisa mengabulkan
permohonannya dan Aku-pun juga tidak, lalu dimana letak perbedaannya
antara Aku dan berhala itu ?".
Langganan:
Komentar (Atom)





