Senin, 05 Desember 2011

DOA UNTUK MELUNASI HUTANG

Assalamu Alaikum Wr Wb
Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad #Shalawat

***  ***


Hutang dalam banyak keadaan merupakan penderitaan dan tekanan hidup tersendiri, terlebih bagi orang-orang yang kurang mampu. Nabi SAW sendiri dalam banyak kesempatan berlindung kepada Allah dari belitan hutang.

Hutang adalah tanggungan harta di pundak orang yang meminjam kepada pihak yang memberi pinjaman. Sebagai hak sesama hamba, hutang memiliki konsekuensi yang berat di dunia dan akhirat. Jika seseorang memiliki hutang kepada orang lain, maka ia wajib membayar lunas hutang tersebut.

Seandainya seseorang yang memiliki hutang meninggal dunia, namun hutang-hutangnya belum dibayarkan secara lunas, maka hutang itu akan tetap menjadi tanggungan dirinya di alam kubur dan alam akhirat. " Segala dosa diampuni atas diri orang yang mati syahid, kecuali hutang. " Sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : " Jika seorang laki-laki yang meninggal dan memiliki hutang dibawa kepada Rasulullah SAW, maka beliau bertanya, " Apakah ia meninggilkan harta yang bisa untuk melunasi hutangnya ? "

Jika beliau diberitahu bahwa orang yang meninggal itu memiliki harta untuk melunasi hutangnya, maka beliau akan menshalatkan jenazahnya. Adapun jika beliau diberitahu bahwa orang yang meninggal itu tidak memiliki harta untuk melunasi hutangnya, maka beliau bersabda, " Hendaklah kalian menshalatkan jenazah sahabat kalian ini ! "

Rasululullah SAW telah mengajarkan beberapa doa agar seseorang mendapat kemudahan dari Allah Ta’ala untuk melunasi hutang-hutangnya. Berikut ini di antaranya.

Doa Pertama

Dari Abu Wail berkata : " Ada seorang (budak) laki-laki datang kepada Ali bin Abi Thalib r.a dan berkata, " Wahai amirul mukminin, saya tidak mampu melunasi uang syarat pembebasan saya, maka bantulah saya ! "

Mendengar hal itu, Ali bin Abi Thalib berkata, " Maukah engkau apabila aku ajarkan kepadamu beberapa patah kata yang telah diajarkan Rasulullah SAW kepadaku. Dengan beberapa patah kata itu, seandainya engkau memiliki hutang sebesar gunung Shir niscaya Allah akan membayarkan hutangmu.

Bacalah :

اللهُمَّ اكْفِنِي بِحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

" Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari rizki yang haram dan perkayalah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak meminta kepada selain-Mu."
(HR. Tirmidzi no. 3563, Ahmad no. 1319 dan Al-Hakim no. 1973)

Doa Kedua

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: " Nabi SAW berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

" Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kekikiran, belitan hutang dan penindasan orang." (HR. Bukhari no. 6369)

Doa ketiga

Dari Aisyah r.a bahwasanya Rasulullah SAW berdoa dalam shalatnya :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا، وَفِتْنَةِ المَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ المَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ

" Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Dajjal, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang. "

Aisyah bertanya, " Wahai Rasulullah, Anda sering sekali berlindung dari hutang. "

Maka beliau menjawab, " Jika seseorang telah berhutang, maka jika berbicara niscaya ia (bisa) berkata dusta dan jika berjanji niscaya ia bisa mengingkari." (HR. Bukhari no. 832 dan Muslim no. 589)

Semoga Allah melindungi kita dari jeratan hutang dan semoga Allah memberi kita kemampuan untuk melunasi hutang kita saat kita terjerat oleh hutang. Wallahu a’lam bish-shawab.

Minggu, 04 Desember 2011

HIKMAH SEDEKAH DAN LOGIKA GAJI BULANAN

Saya menduga ia berasal dari kelas sosial terpandang dan mapan. Karena penampilannya rapih, menarik dan wajah yang tampan. Namun tidak seperti yang saya duga, Mas Ajy berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jauh dari mapan. Sungguh kontras kenyataan hidup yang dialaminya dengan sikap hidup yang dijalaninya. Sangat jelas saya lihat dan saya pahami dari beberapa kali perbincangan yang kami bangun.

Satu kali kami bicara tentang penghasilan sebagai guru. Bertukar informasi dan memperbandingkan nasib kami satu dengan yang lain, satu sekolah dengan sekolah lainnya. Kami bercerita tentang dapur kami masing-masing. Hampir tidak ada perbedaan mencolok. Kami sama-sama bernasib "guru" yang katanya pahlawan tanpa tanda jasa. Yang membedakan sangat mencolok antara saya dan Mas Ajy adalah sikap hidupnya yang amat berbudi. Darinya saya tahu hakikat nilai di balik materi.

Penghasilannya sebulan sebagai guru kontrak tidak logis untuk membiayai seorang isteri dan dua orang putra-putrinya. Dia juga masih memiliki tanggungan seorang adik yang harus dihantarkannya hingga selesai SMA. Sering pula Mas Ajy menggenapi belanja kedua ibu bapaknya yang tak lagi berpenghasilan. Menurutnya, hitungan matematika gajinya barulah bisa mencukupi untuk hidup sederhana apabila gajinya dikalikan 3 kali dari jumlah yang diterimanya.

"Tapi, hidup kita tidak seluruhnya matematika dan angka-angka. Ada dimensi non matematis dan di luar angka-angka logis."

"Maksud Mas Ajy gimana, aku nggak ngerti?"

"Ya, kalau kita hanya tertuju pada gaji, kita akan menjadi orang pelit. Individualis. Bahkan bisa jadi tamak, loba. Karena berapapun sebenarnya nilai gaji setiap orang, dia tidak akan pernah merasa cukup. Lalu dia akan berkata, bagaimana mau sedekah, untuk kita saja kurang."

"Kenyataannya memang begitu kan Mas?", kata saya mengiayakan. "Mana mungkin dengan gaji sebesar itu, kita bisa hidup tenang, bisa sedekah. Bisa berbagi." Saya mencoba menegaskan pernyataan awalnya.

"Ya, karena kita masih menggunakan pola pikir matematis. Cobalah keluar dari medium itu. Oke, sakarang jawab pertanyaan saya. Kita punya uang sepuluh ribu. Makan bakso enam ribu. Es campur tiga ribu. Yang seribu kita berikan pada pengemis, berapa sisa uang kita?"

"Tidak ada. Habis." jawab saya spontan.

"Tapi saya jawab masih ada. Kita masih memiliki sisa seribu rupiah. Dan seribu rupiah itu abadi. Bahkan memancing rezeki yang tidak terduga."

Saya mencoba mencerna lebih dalam penjelasannya. Saya agak tercenung pada jawaban pasti yang dilontarkannya. Bagaimana mungkin masih tersisa uang seribu rupiah? Dari mana sisanya?

"Mas, bagaimana bisa. Uang yang terakhir seribu rupiah itu, kan sudah diberikan pada pengemis ", saya tak sabar untuk mendapat jawabannya.

"Ya memang habis, karena kita masih memakai logika matematis. Tapi cobalah tinggalkan pola pikir itu dan beralihlah pada logika sedekah. Uang yang seribu itu dinikmati pengemis. Jangan salah, bisa jadi puluhan lontaran doa’ keberkahan untuk kita keluar dari mulut pengemis itu atas pemberian kita. Itu baru satu pengemis. Bagaimana jika kita memberikannya lebih. Itu dicatat malaikat dan didengar Allah. Itu menjadi sedekah kita pada Allah dan menjadi penolong di akhirat. Sesungguhnya yang seribu itulah milik kita. Yang abadi. Sementara nilai bakso dan es campur itu, ujung-ujungnya masuk WC."

Subhanallah. Saya hanya terpaku mendapat jawaban yang dilontarkannya. Sebegitu dalam penghayatannya atas sedekah melalui contoh kecil yang hidup di tengah-tengah kita yang sering terlupakan. Sedekah memang berat. Sedekah menurutnya hanya sanggup dilakukan oleh orang yang telah merasa cukup, bukan orang kaya. Orang yang berlimpah harta tapi tidak mau sedekah, hakikatnya sebagai orang miskin sebab ia merasa masih kurang serta sayang untuk memberi dan berbagi.

Penekanan arti keberkahan sedekah diutarakannya lebih panjang melalui pola hubungan anak dan orang tua. Dalam obrolannya, Mas Ajy seperti ingin menggarisbawahi, bahwa berapapun nilai yang kita keluarkan untuk mencukupi kebutuhan orang tua, belum bisa membayar lunas jasa-jasanya. Air susunya, dekapannya, buaiannya, kecupan sayangnya dan sejagat haru biru perasaanya. Tetapi di saat bersamaan, semakin banyak nilai yang dibayar untuk itu, Allah akan menggantinya berlipat-lipat.

“Terus, gimana caranya Mas, agar bisa menyeimbangkan nilai metematis dengan dimensi sedekah itu?”.

“Pertama, ingat, sedekah tidak akan membuat orang jadi miskin, tapi sebaliknya menjadikan ia kaya. Kedua, jangan terikat dengan keterbatasan gaji, tapi percayalah pada keluasan rizki. Ketiga, lihatlah ke bawah, jangan lihat ke atas. Dan yang terakhir, padukanlah nilai qona’ah, ridha dan syukur”. Saya semakin tertegun

Dalam hati kecil, saya meraba semua garis hidup yang telah saya habiskan. Terlalu jauh jarak saya dengan Mas Ajy. Terlalu kerdil selama ini pandangan saya tentang materi. Ada keterbungkaman yang lama saya rasakan di dada. Seolah-oleh semua penjelasan yang dilontarkannya menutup rapat egoisme kecongkakan saya dan membukakan perlahan-lahan kesadaran batin yang telah lama diabaikan. Ya Allah saya mendapatkan satu untai mutiara melalui pertemuan ini. Saya ingin segera pulang dan mencari butir-butir mutiara lain yang masih berserak dan belum sempat saya kumpulkan.

Abdul Mutaqin

SEBELUM TERLAMBAT

Assalamu Alaikum Wr Wb
Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad #Shalawat


Ada sahabat yang bertanya, saya tidak pernah menyakiti orang, kenapa saya masih disakiti orang lain? Atau kenapa saya yang rajin ibadahnya, lebih banyak susahnya ketimbang mereka yang tidak ibadah?

Sahabat, Allah itu Maha Penyayang, itulah salah satu hikmah adanya hari akhir, dimana Allah akan menyempurnakan balasan setiap kejadian yang terjadi didunia, nanti, di akhirat.

Sebagai manusia hidup yang bakalannya mati, kematian harus sering diingat dan diingatkan. Sebab kematian adalah awal dari kehidupan baru, di mana segala yang terjadi di masa hidup, akan dipertanggungjawabkan.

Sayangnya, banyak yang lalai dan tidak mempersiapkan bekal sebaik-baiknya untuk kehidupan barunya nanti. Kebanyakan orang lebih mementingkan bagaimana cara meraih hidup baik dan sukses daripada cara mati yang baik dan sukses.

Dan jangan sampai kejadiannya seperti Fir’aun. Setelah akan ditenggelamkan, baru mau mengingat Allah. Akhirnya terlambat. Untuk itu, selagi kita kaya, ingat Allah. Selagi kita sehat, buru-buru kita mendekat kepada Allah.

Untuk itu, belajar tentang kematian adalah justru belajar bagaimana mengubah hidup menjadi lebih bermakna dan lebih indah.

Selasa, 29 November 2011

Santri Daqu Memenangi Boy Scout Competition 2011

Piala Andika Teladan, Piala cerdas-cermat serta ke-20 piala kejuaraan Boy Scout Competition pada 19-20 Desember 2011 tingkat DKI Jakarta, diarak sejumlah santri keliling Kampung Quran. Billah, pemenang juara pertama Andika Terbaik, ikut dalam arak-arakan itu sambil memamerkan pialanya.

Buat Billah, ini merupakan piala ketiga yang diraihnya selama 1,5 tahun tinggal di Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Quran. Memperoleh predikat sebagai Andika Terbaik atau peserta teladan membuat senyum tidak lepas dari wajahnya. “Saya menang karena juri menilai saya mampu mengajak teman-teman supaya tetap kompak dan cukup aktif dalam segala kegiatan selama kompetisi berlangsung,” kata Billah.

Kegiatan pramuka di ikuti Billah sejak kelas 3 SD. Waktu itu, dia memilih pramuka bukan ikut-ikutan teman, melainkan karena panggilan jiwa. Pencapaian tertinggi sewaktu SD, dia pernah mengikuti jambore tingkat daerah. Untuk bisa memenangkan sejumlah kompetisi, sambung Billah, setiap anggota dituntut kompak dan serius berlatih. Ini pula salah satu alasan dia sangat menyukai kegiatan ekstrakulikuller pramuka. Pramuka bisa menimbulkan kedisiplinan dan kerukunan sesama teman. Agar kekompakan antara anggota tetap terjaga, maka setiap kelompok harus memiliki visi yang sama dengan cara menyatukan pendapat masing-masing anggota.  

Januari 2012 nanti, Billah dan teman-teman di Daarul Quran kembali bersiap mengikuti kejuaraan pramuka tingkat nasional, Artireli. Meski waktu persiapan cukup mepet, tetapi Billah optimis dan berdoa bisa meraih juara umum. Rencananya, dia akan mengusulkan pada ustad pembina agar jam berlatih ditambah supaya target juara umum bisa dicapai. Di Daarul Quran, kegiatan pramuka dilakukan setiap Sabtu, sehabis ashar sampai menjelang magrib. Ketika menghadapi perlombaan, jam latihan biasanya ditambah menjadi setiap hari mulai pukul 21.00, setelah jam tahfiz, sampai jam 23.00.    

Billah, bukan satu-satunya anggota pramuka Daarul Quran yang berharap bisa memenangkan predikat juara umum. Umair Sulaiman, santri kelas 2 SMA Daqu School, juga memiliki pengharapan serupa.  Selain gelar juara umum, Umair juga bermimpi santri-santri Daarul Quran yang mengikuti kejuaraan Artileri bisa menyapu bersih piala dari kriteria-kriteria yang dilombakan. Selepas libur, Umair dan teman-teman bertekad serius melakukan latihan.    

Dalam kejuaraan Boy Scout Competition, Umair berhasil menyingkirkan 15 orang pesaing dan menjadi juara pertama pendamping terbaik. Penilaian untuk pendamping terbaik, didasarkan pada keaktifan para pendamping mengawal anggotanya dan tidak pelit memberikan arahan kepada anggota

Sama seperti Billah, Umair menyukai pramuka sejak masih SD. Pramuka, bagi Umair, memberikan banyak manfaat, seperti membiasakan diri disiplin dan mencintai alam karena pramuka mengajarkan cara bertahan hidup di mana saja.

Umair mengakui, untuk menjaga kekompakan antara anggota bukan hal mudah, perlu trik khusus. Untungnya, karena para santri tinggal dalam satu lingkungan, bahkan kamar yang sama sehingga kekompakan sudah menjadi nafas keseharian dan itu sangat memudahkan tugas Umair sebagai pendamping.    

Supaya manfaat kegitan pramuka bisa dirasakan secara optimal, Umair mengingatkan, agar mengikuti kegiatan pramuka karena memang adanya kemauan. Billah pun setuju dengan Umair, mencintai pramuka harus dari hati. Dengan begitu, kedisiplinan yang diajarkan dalam kepramukaan, secara tidak langsung bisa ikut melatih diri sendiri pula.

“Jangan lupa, rajin ikut lomba juga, supaya bisa berkegiatan sambil mencetak prestasi,” kata Billah.(suci)

Kamis, 24 November 2011

TIPS MENGUSIR MALAS IBADAH


Rasulullah saw senantiasa berdoa : “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kerentaan. Aku berlindung kepada-mu dari fitnah kehidupan dan kematian dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (HR. Bukhori)

Ada beberapa sebab yang memunculkan sifat malas dalam diri seseorang :

1. Cenderung kepada tarikan syahwat yang sangat kuat.

Kecenderungan seseorang kepada hawa nafsu dan syahwatnya mengakibatkan lemahnya kemauan dalam diri untuk melakukan berbagai amal sholeh. Tidak jarang seseorang lebih mengutamakan sholat di rumah ketimbang berjalan ke masjid, lebih memilih berkumpul dengan istri adan anak-anaknya ketimbang keluar untuk berda’wah dan berjihad ataupun lebih mengutamakan istirahat daripada bekerja dan beraktivitas.

Kalau kemalasan ini hanya terjadi sesekali saja mungkin masih bisa diterima karena memang jiwa manusia memiliki keterbatasan untuk bisa terus menerus berada dalam kondisi puncak baik didalam aktivias akherat maupun dunia, sebagaimana hadits Rasulullah saw :

“Sesungguhnya setiap amal memiliki semangat kemudian penurunan maka barangsiapa penurunannya mengajaknya kepada perbuatan bid’ah maka ia telah sesat namun barang siapa yang penurunannya mengajaknya kepda sunnah (ku) maka ia telah mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad)

Yang menjadi musibah dalam diri seseorang adalah ketika kemalasan ini berlangsung secara kontinyu dan terus menerus baik secara sadar atau tidak.

2. Lalai

Firman Allah swt : “Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’raf : 205)

Jarangnya seseorang mengingat Allah swt disetiap waktu-waktunya menjadi sebab seseorang menjadi lalai. Lalai akan kewajibannya kepada Allah swt, Rasul dan Kitab-Nya, keluarga, masyarakat bahkan dirinya sendiri.

Kelalaian inilah yang menjadikan ia tidak antusias untuk memperbanyak amal dikarenakan tidak adanya dorongan kuat dalam dirinya.

3. Panjang angan-angan

Ada perbedaan antara harapan dan angan-angan. Harapan selalu dibarengi dengan usaha sedangkan angan-angan tidak pernah dibarengi oleh usaha. Ada yang mengatakan,”Siapa yang pendek angan-angannya maka terang hatinya, karena jika dia merasa sudah berada diambang kematiannya pasti ia akan bersemangat dalam ketaatan kepada Allah, tidak banyak keinginannya dan ridho dengan yang sedikit.”

Seseorang yang tenggelam dalam angan-angannya lupa bahwa segala sesuatu yang menimpa manusia adalah sesuai dengan taqdir dan ketetapan Allah swt. Diantara prinsip aqidah islam adalah usaha dan bertawakal kepada Allah swt bukan berpangku tangan, bermalas-malasan dan pasrah terhadap apapun yang akan terjadi pada dirinya.

Seseorang dikatakan baik ketika ia sudah menyadari kekeliruannya sebaliknya seseorang dikatakan buruk ketika ia sudah merasa bahwa dirinya baik. Kesadaran seseorang akan buruknya sifat malas adalah suatu modal berharga untuk ia bisa menjadi lebih bersemangat.

Tentunya kesadaran tersebut haruslah disupport dengan kemauan kuat untuk memperbaiki agar bisa berubah menjadi suatu amal.

Kesadaran akan kekeliruan adalah awal hidayah Allah swt kepadnya maka janganlah membuka kembali pintu-pintu setan untuk menguasainya dikarenakan kelengahan kita didalam menindaklanjutinya.

Untuk itu mulailah melangkah, seseorang bisa berjalan ribuan kilometer dikarenakan orang itu memulainya dengan satu langkah. Satu demi satu langkahnya diayunkan dengan keyakinan bahwa ia akan sampai pada titik akhir perjalanan yang diinginkannya.

Sesungguhnya perjalanan yang akan ditempuh masih sangat panjang untuk itu diperlukan kebersihan niat, kesabaran dan ketawakalan kepada Allah swt. Wallahu A’lam

Rabu, 16 November 2011

PERCANTIKLAH SELALU DIRIMU DIHADAPAN SUAMI

Bismillahirrahmanirrahim,

Ini merupakan salah satu DOSA ISTRI. Yang menyepelakan penampilan di hadapan SUAMI. Seorang SUAMI membutuhkan kata-kata LEMBUT, Sentuhan KASIH, Perasaan SAYANG dan sikap
RIANG yang Bisa menyegarkan pandangannya,Menyejukkan Jiwanya dan menyenangkan HATINYA.

NAMUN Sekarang ISTRI Banyak yang KURANG MEMPERHATIKAN Penampilan di HADAPAN SUAMI. Di HADAPAN SUAMI selalu BERMUKA MASAM( Cemberut ), Tidak mengenakan PAKAIAN yang
BAGUS, tidak memakai WANGI-WANGIAN untuk SUAMI, Tidak Menjaga KEBERSIHAN BADAN.

Bila BERBICARA, Ia selalu BERBICARA dengan
SUARA NYARING layaknya BEL ISTIRAHAT di sekolah...

TAPI....
Bila ingin keluar Rumah.. seperti ke UNDANGAN,
Bertemu KERABAT, Perubahanan langsung
KELIHATAN seratus delapan Puluh Derajat.

Bagaimana TIDAK BERUBAH...???
BerHias yang CANTIK memakai JILBAB Berenda, Memakai WANGI-WANGIAN, Selalu memperhatikan KEBERSIHAN dan Senyum yang selalu ADA. Sungguh, Yang demikian itu adalah Seburuk-Buruk Perangai. Janganlah Kalian para ISTRI tidak MEMENTINGKAN
SUAMI Kalian.

JADILAH...
Seorang ISTRI Yang Bila SUAMI ada di rumah (pulang Kerja)
Ia BERDANDAN yang CANTIK, Memakai WANGI-WANGIAN, Memperhatikan KEBERSIHAN Dan Selalu TERSENYUM untuk SUAMI,Serta Hanya PUJIAN dan Ucapan TERIMA KASIH yang ia dengar.

Ingatlah Selalu Pesan Rasulullah Shallallahu`Alaihi Wa sallam
Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wa sallam pernah bersabda: “Tidak ada yang lebih baik di dunia ini bagi seorang muslim setelah
menyembah Allah, selain mendapatkan istri yang shaleh, cantik apabila dipandang, patuh apabila diperintah, memenuhi sumpah pernikahan, menjaga dirinya dan kekayaan suami di saat
suami pergi, mengasuh anak-anaknya, tidak membiarkan orang lain masuk ke rumah tanpa ijin suami, dan tidak menolak apabila suami memanggil ke tempat tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang perempuan datang memohon nasehat pada Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wa sallam Nabi menanyakan apakah dia memiliki suami, dan perempuan itu mengiyakan. Kemudian
Nabi menanyakan apakah dia melayani suaminya. Perempuan itu menjawab dia melakukan apa yang bisa dia lakukan. Kemudian Nabi berkata pada perempuan tersebut: “Engkau sama dekatnya dengan Surga dan sama jauhnya dari Neraka sebagaimana dekatnya engkau dalam melayani suamimu”, dan dalam riwayat lain “suamimu adalah Surgamu atau Nerakamu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga Bermanfaat untuk Kita semua Agar kita dapat menjadi Wanita ( ISTRI ) Sholehah....

Minggu, 13 November 2011

Sedekah yang terbaik

Abdullah bin Umar, khalifah yang terkenal sebagai pembangun Bait al Maqdis, suatu hari terserang oleh suatu penyakit. Para asistennya, sangat mengkhawatirkan umur khalifah karena penyakitnya itu. Ternyata Allah SWT belum berkenan memanggil Abdullah keharibaanNya. Khalifah berangsur-angsur pulih. Setelah agak mendingan keadaannya, Abdullah berniat hendak menyantap ikan panggang. Khalifah kemudian mengutarakan keinginannya itu kepada salah seorang asistennya.

Asisten yang setia itu, segera berusaha untuk memenuhi selera junjungannya. Ia pergi mencari ikan dan setelah mendapatkannya segera dipanggangnyalah ikan tersebut.

Abdullah bin Umar menghadapi ikan panggang yang baru saja diturunkan dari panggangannya. Aromanya begitu memikat, sehingga bertambah seleranya dan ingin segera menyantapnya.

Dalam keadaan yang siap santap itu, tiba-tiba muncul seorang musafir yang tampak sangat kelaparan. Serta merta Abdullah menyuruh pembantunya untuk segera mengangkat hidangan yang ada di hadapannya itu kepada sang musafir.

Merasa jerih payahnya tidak dinikmati oleh Abdullah, asisten itu protes. Ia keberatan kalau makanan tersebut diberikan kepada musafir tadi. "

Tapi ini makanan yang dengan sengaja saya buatkan untuk tuan dan sesuai dengan pesanan tuan."

" Wahai, pembantuku ! Tahukah kamu bila aku memakan makanan ini, maka sebetulnya itu aku lakukan karena aku suka. Karena aku menyenanginya. Tetapi, bila musafir itu memakannya, maka itu ia lakukan karena memang ia butuh. Jadi makanan itu lebih berharga bagi dia daripada untukku.

Jangan lupa, Allah SWT berfirman : " Kalian sekali - kali tidaklah memperoleh kebajikan sehingga kalian menyedekahkan apa - apa yang kalian senangi ".

Doa Cinta Pengantin

Bismillahirrahmanirrahim,

Ya Allah, andai Engkau berkenan, limpahkan kepada kami,
cinta yang menjadikan pengikat rindu antara Rasulullah dan Khadijah Al-Qubro,
yang Engkau jadikan mata air kasih sayang antara Ali, RA dan Fatimah Az-Zahra,

Ya Allah, andai hal itu layak bagi kami, maka cukuplah doa kami dengan ridho-Mu
untuk jadikan kami sebagai suami istri yang saling mencintai dikala dekat,
saling menjaga kehormatan dikala jauh,
saling mengingatkan dikala senang,
saling menyempurnakan dalam ibadah,
saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan

ya Allah sempurnakanlah kebahagiaan kami dengan menjadikan pernikahan ini
sebagai ibadah kepada-Mu dan bukti cinta kami kepada sunah Rasul-Mu.
Aamiin...

Selasa, 08 November 2011

CARA BERMITRA DENGAN ALLAH

1.       Mengikhlaskan diri untuk ruku’ dan sujud di hadapan-Nya
         Hadirkan Allah dalam semua aktifitas hidup kita, rasakan kehadiran-Nya, karena ini akan mewariskan sifat kehati-hatian dan memberi makna setiap aktifitas kita bernilaikan ibadah di sisi Allah SWT.
!$tBur (#ÿrâÉDé& žwÎ) (#rßç6÷èuÏ9 ©!$# tûüÅÁÎ=øƒèC ã&s! tûïÏe$!$# uä!$xÿuZãm (#qßJÉ)ãƒur no4qn=¢Á9$# (
#qè?÷sãƒur no4qx.¨9$# 4 y7Ï9ºsŒur ß`ƒÏŠ ÏpyJÍhŠs)ø9$# ÇÎÈ  
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan

[1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

2.       Memilih bisnis yang benar, dengan cara yang benar dan di jalankan bersama orang-orang yang benar.
          Perhatikanlah saudaraku, ada tiga hal yang sudah pasti bila kita mencari rizki atau berbisnis tidak melibatkan Allah dengan cara yang benar dan orang-orang yang benar:
Pertama, kita akan tenggelam dalam lautan dosa dan maksiat. Akhirnya, sadar-sadar ketika tingkatan dosa sudah menggunung.
Kedua, rizki atau bisnis haram akan merusak ketenangan, merusak fisik dan merusak kehidupan.
 Ketiga, rahmat Allah akan menjauh, menjauh dan menjauh (hilang berkah), hingga kita menyadari  kekeliruan kita. QS Ali Imran: 160
bÎ) ãNä.÷ŽÝÇZtƒ ª!$# Ÿxsù |=Ï9$xî öNä3s9 ( bÎ)ur öNä3ø9äøƒs `yJsù #sŒ Ï%©!$# Nä.çŽÝÇZtƒ
 .`ÏiB ¾ÍnÏ÷èt/ 3 n?tãur «!$# È@©.uqtGuŠù=sù tbqãYÏB÷sßJø9$# ÇÊÏÉÈ  
160. jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.


3.       Menetapkan  tujuan,  akan  dibawa  kemana  niat  kita
         Segala amal perbuatan yang biasa, bila di niatkan untuk mencapai keridhaan Allah maka mendapat pahala dan teranggap sebagai ibadah. QS Ali Imran: 29
ö@è% bÎ) (#qàÿ÷è? $tB Îû öNà2Írßß¹ ÷rr& çnrßö6è? çmôJn=÷ètƒ ª!$# 3  ÇËÒÈ  
29. Katakanlah: "Jika kamu Menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.



        Bangunlah niat dengan sebaik-baiknya, setulus-tulusnya hanya berharap ridho Allah SWT. Niscaya Allah akan memberi balasan yang terbaik. Ada istilah yang sering terucapkan oleh orang-orang bijak “langkah boleh salah tapi niat harus tetap lurus dan tidak boleh salah”.




4.       Tidak  pernah  lupa  untuk  berdoa. berdo’a  adalah  wujud  ketergantungan  kita  terhadap Allah SWT.
        DO’A adalah permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati, kekhusyuan dan keyakinan akan mendapat suatu kebaikan, keselamatan, keberkahan dan keutamaan disisi Allah Azza wajalla. Melalui doa tercipta komunikasi intim spiritual antara makhluk yang dhoif dengan sang khalik yang adzim yang mampu menerbitkan ketentraman psikologis di ruang hati manusia. Hidup lebih memiliki tujuan, rujukan dan sandarabn hati.
        Itulah sebabnya orang mukmin yang ikhlas dan khusyu’ berdo’a, selalu hidup dalam ketenangan, kebahagiaan dan kemuliaan, bahkan kendati tidak menonjol secara materi. Melalui kemakbulan do’anya, ia menumpukkan segala makna dan tujuan hidup, pikiran dan hati kepada Allah SWT. masalahnya adalahmengapa do’a kita tidak kunjung terkabul ? bahkan tidak mampu membuahkan makna apapun pada perilaku kehidupan kita ? insya Allah dengan terus menerus mengasah do’a, hidup akan lebih bermakna.
        Do’a adalah senjatanya orang-orang yang beriman, maka berdo’alah!  Karena Allah selalu menerima dan mengabulkan do’a. asalkan tidak berdo’a untuk dosa, memutuskan silaturrahim dan tidak tergesa-gesa.  Rasulullah di Tanya: bagaimanakah tergesa-gesa dalam do’a  Ya Rasulullah…? Beliau menjawab: “ia berkata, saya sudah berdo’a tetapi tidak juga di terima, kemudian menyesal dan tidak mau berdo’a lagi”.
       Tiada do’a yang tertolak, hanya saja penerimaannya terbagi menjadi  tiga:
-          Ada kalanya di kabulkan langsung (kontan) sesuai dengan apa yang dimohonkan.
-          Ada kalanya Allah ganti untuk menghindarkan dari bala, musibah atau bencana.
-          Atau Allah tunda pemberiannya hingga di akhirat, itu semua menurut hikmah dan iradhah-Nya.
QS.Al Baqarah: 186
#sŒÎ)ur y7s9r'y ÏŠ$t6Ïã ÓÍh_tã ÎoTÎ*sù ë=ƒÌs% ( Ü=Å_é& nouqôãyŠ Æí#¤$!$# #sŒÎ) Èb$tãyŠ (
 (#qç6ÉftGó¡uŠù=sù Í< (#qãZÏB÷sãø9ur Î1 öNßg¯=yès9 šcrßä©ötƒ ÇÊÑÏÈ  
186. dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.