Minggu, 17 Mei 2015

Tazkiyatun Nufus Halaqoh 32 Bab 4: 4 Racun Hati #10




🔗Fudhulul Mukholathoh bagian 1
👤Oleh Ustadz Tauhiddin Ali Rusdi Sahal, Lc.


بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بالله شَهِيدًا. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله لا نبي ولا رسول بعده، أَمَّا بَعْدُ
Ikhwah fiddin wa akhwat fillah rohimani wa rohimakumullah jami’an. Pada halaqoh yang ketigapuluh dua ini, masuk pada racun hati yang keempat yaitu fudhulul mukholathoh (berlebihan didalam pergaulan).
Dijelaskan oleh syeikh Dr. Ahmad Farid hafidzohullahu ta’ala, banyak bergaul adalah penyakit yang mematikan dan kronis yang melahirkan segala keburukan, berapa banyak pergaulan dan persahabatan yang merampas kenikmatan dan berapa banyak pergaulan yang menanam permusuhan dan berapa banyak pergaulan yang menanamkan benih-benih rasa dendam dan sakit hati pada hati. Gunung pun yang kokoh runtuh meskipun pada hati tidak menyebabkan runtuh. Berlebihan di dalam pergaulan adalah kerugian dunia dan akhirat, dan hanya sepatutnya bagi seorang hamba untuk mengambil bagian dari pergaulan ini sesuai kadar kebutuhan.
Dan dia harus membagi manusia menjadi empat golongan, maka kapanpun mencampur adukkan salah satu bagian dengan bagian lainnya, salah satu golongan dengan golongan lainnya tanpa membedakannya, maka keburukan telah masuk kepadanya.
Golongan yang pertama (bagian yang pertama): orang yang bergaul dengannya bagaikan makan makanan yang bergizi, tidak cukup sehari dan semalam saja. Apabila dia telah mengambil kebutuhannya maka dia meninggalkan bergaul dengan orang ini. Namun kemudian apabila ia membutuhkannya kembali maka dia akan bergaul dengannya kembali, demikian seterusnya. Jadi bergaul dengannya seperti makanan bergizi, tidak pernah cukup, tidak pernah berhenti, setiap hari pasti orang membutuhkan makan makanan yang bergizi.- setiap hari -.
Siapakah mereka? Mereka adalah ulama yeng mengenal Allāh, mengenal perintahNya, yang mengetahui tipu daya musuh-musuh Allāh, yang mengetahui penyakit hati dan obatnya, dan mereka menasehati kepada Allāh, maksudnya mengajak manusia untuk mengenal Allāh, mengagungkan, dan hanya beribadah kepadaNya, dan juga menasihati untuk kitab Allāh, maksudnya untuk mengetahui apa itu kitab Allāh yang Allāh turunkan, membenarkannya dan mengamalkan isi kandungannya, dan juga mereka para penasihat kepada Rasulullāh Shalallāhu 'alaihi wa salam maksudnya adalah mengajak ummat untuk mengimani kerasulan Nabi Shalallāhu alaihi wa salam membenarkannya, mengamalkannya dan mendakwahkannya ajaran beliau Shalallāhu alaihi wa salam dan nasihat, dan mereka adalah ulama yang memberikan nasihat untuk makhluk  dengan mendakwahi mereka, mengajak mereka, bersikap ramah, bersikap rahmat kepada mereka dan untuk mengajaknya agar beribadah kepada Allāh Subhanahu wata'ala. Maka permisalan pergaulan dengan mereka ini adalah keuntungan di atas segala keuntungan.
Ikhwah fiddin wa akhwat fillah rohimani wa rohimakumullāh, Maka perbanyaklah bergaulan dengan golongan pertama ini, dengan mendatangi majelis ilmu mereka, duduk bersama mereka, belajar, menimba ilmu bersama mereka, bermusyarawah, menanyakan apa yg tidak diketahuinya. Karena sesungguhnya kebutuhan hati akan ilmu, pemahaman akan dien ini dari mereka sangat dibutuhkan karena mereka ahlinya.
"Dan bertanyalah kepada ahli dzikir jikalau kalian tidak mengetahuinya". Merekalah yang tahu bagaimana mengobati hati, bagaimana menyembuhkan hati, karena mereka adalah At-Tiba ul Qulub (para dokter-dokter hati).
Wallahuta’ala a'lam bishshowāb.
هذا ما أقول لكم
وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين، و الحمد الله ربّ العالمين
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  
✏Disalin oleh Tim Transkrip
🔁 Dapat diunduh di: http://goo.gl/I4ocdW
✅ Dimuraja'ah oleh Ustadz Tauhiddin Ali Rusdi Sahal, Lc.
📚Berdasarkan kitab Tazkiyatun Nufus (penulis Syaikh Dr. Ahmad Farid)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soal Evaluasi 5 Kajian Tazkiyatun Nufus Halaqoh 21-25



🍃
Ketentuan Menjawab Soal:
📝Jawablah pertanyaan dengan sungguh-sungguh
❗Harap tidak membuka buku/ mendengarkan kembali materi rekaman
📝Jawaban dikirim ke WA admin grup maksimal jam 20.00 Wita/ 19.00 WIB.
❗Dilarang Mengirim Jawaban ke group
✋Jika ada yang kurang jelas tanyakan ke admin di grup diskusi.
🌴Semoga Allah Ta'ala memudahkan kita semua dalam mempelajari Ilmu Dinul Islam ini. Aamiin
بارك الله فيكم
معكم النجاح
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
1. Dibentangkan fitnah kepada hati ini seperti Tikar, sehelai demi sehelai. Maka hati manapun yang menyerap fitnah , maka akan tertitik pada hatinya……
a. Secerca cahaya
b. Titik hitam/ noda hitam 
c. Titik putih.
d. Bersih cemerlang
2. Akibat yang ditimbulkan dari fitnah syubhat adalah, kecuali….
a. Rusaknya keyakinan.
b. Rusaknya ilmu.
c. Rusaknya pemahaman.
d. Rusaknya maksud atau niat.
3. Kita mengenal istilah qolbu Aswd, apakah maksudnya…….
a. Hati yang hitam kelam seperti gayung yang terbalik.
b. Hati yang mudah menyerap fitnah.
c. Hati yang tidak mengenal ma’ruf dan tidak meningkari sesuatu yang mungkar.
d. a,b, dan c benar.  
4. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam membagi hati tatkala dihadapkan dengan fitnah menjadi beberapa jenis hati…
a. Dua 
b. Tiga
c. Empat
d. Lima
5. Berikut adalah dampak maksiat bagi hati….
a. Obat pahit bagi hati
b. Cahaya bagi hati dan memberi ketenangan
c. Racun bagi hati 
d. Menyejukkan hati
6. “Aku melihat dosa-dosa itu mematikan hati dan membiasakan nya akan mewariskan kehinaan. Meninggalkan perbuatan dosa itu kehidupan bagi hati. Dan itu lebih baik bagimu untuk menyelisihi dosa”,ini adalah pernyataan dari…..
a. Mu’adz bin Jabal
b. Ibnu Umar
c. Ibnu Mubarok 
d. Imam Ahmad
7. Dosa yang  bertambah secara terus menerus bisa menyebabkan hati mati, karena…….
a. dosa itu biasa
b. Kemaksiatan yang melahirkan taubat
c. Kemaksiatan yang melahirkan kemaksiatan yang lain
d. Dosa menjadikn kaya.
8.  Barangsiapa menginginkan selamat hatinya, maka dia harus, Kecuali….
a. Memurnikan hati dari racun-racun hati.
b. Menjaga hati dari maksiat.
c. Tidak mengkonsumsi racun hati.
d. Tidak segera menghilangkan pengaruh dosa dengan istighfar dan taubat. 
9. Berikut adalah 4 racun hati, kecuali…
a. Banyak bicara yang tidak perlu.
b. Banyak memandang yang tidak halal.
c. Banyak berdzikir  
d. Banyak makan.
10. Allah Ta’ala telah berbuat ihsan dengan penciptaan manusia dan menyempurnakannya, lalu Allah Ta’ala memberikan, ……
a. Ilham cahaya iman kepada manusia
b. Mengajarkan penjelasan kepada manusia
c. Memberikan pertolongan dengan diberikannya lisan.
d. a,b, dan c semuanya benar.  
11. Lisan adalah senjata bermata dua, bisa baik dan bisa buruk, lisan yang baik jika….
a. Murtad karena ucapannya
b. Membiarkan lisannya tanpa kendali.
c. a dan b salah  
d. a dan b benar
12. “Dan bukankah yang menyeret manusia atas wajah-wajah mereka atau atas hidung-hidung mereka kecuali adalah hasil dari lisan mereka.” ini adalah pernyataan dari…..
a. Rasulullah
b. Ibnu Umar
c. Ibnu Mubarok
d. Mu'adz bin Jabal
13. “Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan di dekatnya ada malaikat pengawas yang selalu hadir, Raqib dan Atid”, terjemahan ini adalah firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an ….
a. QS Qaaf ayat 16 
b. QS Qaaf ayat 17
c. QS Qaaf ayat 18 
d. QS Qaaf ayat 19 
14. Dari Sufyan bin Abdullah: “Ya Rasulullah, Apa yang engkau takuti dariku Ya Rasul?” Rasulullah berkata:”Ini  (…………………..), beliau sambil memegangnya” (HR Tirmidzi)
a. Tangan
B. Lisan 
c. Telinga
d. Kaki
15. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau………………..” (HR Bukhori dan Muslim)
a. Tertawa
b. Berdebat
c. Berdiri
d. Diam 
16. “Demi Allah yang tidak ada yang berhak diibadahi selain Dia, tidak ada sesuatu apapun yang berhak dipenjara lebih lama selain lisanku” ini adalah pernyataan dari sahabat…..
a. Mu’adz bin Jabal
b. Umar bin Khattab
c. Ali bin Abi Tholib
d. Abdullah bin Mas’ud
17. Ucapan Imam Hasan Al Basri, “Adalah mereka para salaf, mengucapkan Sesungguhnya lisannya seorang mu’min itu ada dibelakang hatinya” , maksudnya…
a. Apabila hendak mengatakan sesuatu maka berfikir dahulu dengan hatinya.
b. Apabila berucap  dengan lisan baru berfikir.
c. Apabila berucap yang indah tanpa hati.
d. Apabila hendak berbicara, hati tidak diikut sertakan.
18. Keutamaan diam adalah karena banyak petaka-petaka lisan, seperti, kecuali…
a. Kedustaan
b. Berucap seperlunya 
c. Ghibah
d. Perdebatan
19. Diam mempunyai keutamaan, diantaranya…
Senantiasa tenang dan a. focus dalam berfikir.
b. Berkonsentrasi dalam berdzikir dan beribadah.
c. a dan b benar 
d. a dan b salah.
20. Orang yang bangkrut itu orang yang datang menghadap kepada Allah ta’ala dengan……
a. kerugian dalam berdagang
b. miskin tak punya harta benda
c. yatim piatu
d. banyak kedzaliman dan banyak yang menuntutnya  

Sabtu, 16 Mei 2015

Tazkiyatun Nufus Bab 4: 4 Racun Hati #9




🔊 Halaqoh 31
🔗Fudhulul Tho’am Bagian 2
👤Oleh Ustadz Tauhiddin Ali Rusdi Sahal, Lc.


بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الْحَمْدَ ِللهِ حَمَدًا كَثِيْرًا طيّبًا مباركًا فيه، كما يحبّوْنَ ربّنا ويرضا. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، أَمَّا بَعْدُ
Ikhwani fiddin wa akhawati fillah rohimani wa rohimakumullah jami’an, pada halaqoh yang ketigapuluh satu ini melanjutkan kembali tentang racun hati yang ketiga yaitu fudhulul tho’am (berlebihan di dalam makan). Syeikh akan menjelaskan keadaan para nabi dan juga sahabatnya.
Beliau berkata "Adalah Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam dan para sahabatnya sering kali merasakan lapar. Hal itu terjadi meskipun karena memang tidak adanya makanan pada mereka namun hal itu tidak terjadi  kecuali karena Allah Subhanahu wata'ala tidaklah menghendaki kepada Rasulnya, demikian pula tidak menghendaki kepada para sahabatnya kecuali karena keadaan yang paling sempurna dan yang paling utama yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wata'ala atas Rasul Shalallahu alaihi wa salam.
Oleh karenanya Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma yang terkenal dengan orang yg sangat ingin meneladani Nabi Shalallahu alaihi wa salam, itu meniru nabi Shalallahu alaihi wa salam  dalam hal ini meskipun Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma punya kemampuan dalam hal makanan. Demikian pula orang sebelumnya yang telah meneladani Nabi Shalallahu alaihi wa salam dalam hal ini yaitu bapaknya Ibnu Umar (Umar bin Khattab Radhiallahu’anhu), beliau juga mencontoh dan meneladani Nabi Shalallahu alaihi wa salam dalam hal ini yaitu sering lapar.
Bahkan dalam Riwayat dalam sebuah peperangan Nabi Shalallahu alaihi wa salam pernah didatangi oleh seseorang yang sedang merasakan lapar mengadukan pada Shalallahu alaihi wa salam karena lapar "Ya Rasulullah sungguh kami ini lapar.” Maka diperlihatkan kepada mereka perut Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam yang sedang diganjal dengan batu, subhanallah. mereka tidak lagi menuntut kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam akan makanan agar terhenti dari kelaparan mereka, justru mereka menangis karena melihat Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam manusia yang paling mulia, yang paling dicintai Allah Subhanahu wata'ala saja harus menahan perutnya agar tidak terasa lapar dengan batu yang diikatkan kepada perutnya dan itu terjadi dalam sebuah peperangan yang dibutuhkan fisik yang kuat, mental yang kuat pemikiran yang matang untuk mengatur jihad,peperangan di jalan Allah Subhanahu wata'ala.
Namun demikian Allah Subhanahu wata'ala memilih RasulNya, memilih para Sahabatnya dalam kondisi seperti ini. Hal ini tidak lain adalah karena apapun yang Allah pilih pastilah yang terbaik buat Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam dan juga para Sahabatnya.
Juga diriwayatkan dari ibunda kaum mu’minin, Aisyah radhiallahuta’anha (semoga Allah meridhoinya) telah berkata “Tidak pernah keluarga Muhammad kenyang sejak datang ke Madinah dengan roti gandum selama tiga hari berturut-turut, sampai diambil ruhnya oleh Allah Subhanahu wata'ala.”
Bahkan dalam sebuah riwayat lain dikatakan "Tidak pernah kenyang keluarga Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam sejak datang ke Madinah dari roti gandum selama dua hari berturut-turut". (HR. Bukhori dan Muslim)
Dua hari berturut-turut tidak pernah kenyang, artinya berarti, kalau mungkin hari ini ada roti, besok belum tentu ada roti. Subhanallah.
Berkata Ibrahim bin Adham rahimahullah (semoga Allah merahmatinya), "Barangsiapa yang mampu menjaga perutnya, maka dia berarti menjaga agamanya, dan barangsiapa yang mampu menguasai rasa laparnya, maka dia akan mampu menguasai untuk memiliki akhlak yang shalihah. Karena sesungguhnya perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahu wata'ala itu jauh dari orang yang lapar, dan sangat dekat dari orang yang kekenyangan."
Ikhwah fiddin azzani rohimani wa rohimakumullah, oleh karenanya Nabi Shalallahu alaihi wa salam dalam mensifati kekayaan dunia, dalam mensifati kecukupan itu dengan bukan banyaknya makanan, bukan banyaknya harta, bukan dengan banyaknya pilihan makanan. TIDAK. Nabi Shalallahu alaihi wa salam mensifatinya dengan makanan pokok yang dimiliki seseorang pada hari itu, maka itu adalah dia telah memiliki dunia dan seisinya.
Nabi Shalallahu alaihi wa salam bersabda "Barangsiapa yang berpagi-pagi dalam kondisi aman di kediamsnnya, sehat badannya, punya makanan pokok untuk harinya maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan baginya dari seluruh penjuru". Hadits ini hasan, diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.
Sehingga rasa lapar yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman justru akan mampu mengendalikan syahwat, menguatkan cara berfikir, menajamkan kepekaan hati, karena tatkala hati itu peka dia juga akan peka terhadap orang lain.
Bahwa di sana ada orang-orang yang juga sama-sama membutuhkan seperti dia, bahkan mungkin lebih sedih darinya merasakan kesedihan yang sama, hingga dia punya iba, punya rasa ingin menolong kepadanya.
Berbeda dengan orang-orang yang terbiasa dengan kekenyangan, terpenuhi seluruh kehidupannya, mapan seluruhnya maka dia mungkin sulit merasakan itu semua. Oleh karenanya tidaklah Allah Subhanahu wata'ala memilih untuk Nabinya kecuali yang terbaik agar beliau menjadi orang yang sangat perhatian kepada ummatnya.  Sehingga banyak dalam hadits sering mendapati bagaimana nasihat-nasihat Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam, perintah untuk menjaga anak-anak yatim, perintah untuk menjaga janda-janda, perintah untuk memelihara para fuqara, memberi makan pada mereka, hal ini adalah keutamaan dan bahkan dengan kita datang langsung kepada fuqara kepada masakin atau bahkan mengusap kepala anak yatim maka mampu melembutkan hati. Hati yang keras, hati yang kaku membatu akan lembut dengan mengusap anak yatim. Hal itu karena langsung merasakan sebagaimana yang mereka rasakan.
Ikhwah fiddin wa akhawat fillah rohimani wa rohimakumullah, maka inilah kebaikan dari sedikit makan dan sebaliknya  berarti kebanyakan makan, berlebihan di dalamnya maka akan menimbulkan keburukan yang bersebrangan dari kebaikan ini, Wallahuta’ala a'lam bishshowab.
هذا ما أقول لكم
وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين، و الحمد الله ربّ العالمين
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  
✏Disalin oleh Tim Transkrip
🔁 Dapat diunduh di: http://goo.gl/I4ocdW
✅ Dimuraja'ah oleh Ustadz Tauhiddin Ali Rusdi Sahal, Lc.
📚Berdasarkan kitab Tazkiyatun Nufus (penulis Syaikh Dr. Ahmad Farid)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jumat, 15 Mei 2015

:: Sedekah dihari ‪#‎Jumat‬ itu ISTIMEWA ::

Berikut ini keterangan ulama tentang keutamaan sedekah di hari #Jumat
Keterangan As-Syarbini – ulama Syafiiyah :
Dalam kitabnya al-Iqna fi Halli Alfadz Abi Syuja’, beliau menjelaskan tentang hari #Jumat. Beliau menyatakan tentang sedekah dihari tersebut :

[ ] ..."Dianjurkan memperbanyak sedekah dan beramal soleh di hari #Jumat atau malam #Jumat. Memperbanyak shalawat untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam di malam atau siang hari #Jumat. Berdasarkan hadits: “Sesungguhnya hari yang paling afdhal adalah hari jumat. Karena itu, perbanyaklah membaca shalawat untukku. Karena shalawat kalian diperlihatan kepadaku.” (al-Iqna’, 1/170)
Keterangan Ibnul Qoyim – Ulama Hambali :
Dalam kitabnya Zadul Ma’ad, beliau menyebutkan beberapa keistimewaan hari #Jumat :
[ ] ..."Keutamaan yang keduapuluh lima,
Bahwa sedekah di hari #Jumat memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari yang lain. Sedekah di hari #Jumat, dibandingkan dengan sedekah di hari yang lain, seperti perbandingan antara sedekah di bulan ramadhan dengan sedekah di selain ramadhan. Saya pernah melihat Syaikhul Islam rahimahullah, apabila beliau berangkat #Jumat an, beliau membawa apa yang ada di rumah, baik roti atau yang lainnya, dan beliau sedekahkan kepada orang di jalan diam-diam. Saya pernah mendengar beliau mengatakan : "Apabila Allah memerintahkan kita untuk bersedekah sebelum menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bersedekahlah sebelum menghadap Allah lebih afdhal dan lebih besar keutamaannya." (Zadul Ma’ad, 1/407)

NB : Jangan sampai lewatkan momen terbaik ini.

Program 100 DaQu

Untuk mewujudkan peradaban berbasis Qur’an, Daarul Qur’an mengajak masyarakat mensukseskan berbagai program inti dan pendukungnya.

Sebagai negara dengan pemeluk agama islam terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi Negeri Para Penghafal Al Qur’an.

Tetapi fakta dilapangan para penghafal Al Qur’an di Indonesia masih sangat sedikit. Sebuah hasil survei Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) Jakarta menyebutkan, 65 persen umat Islam di Indonesia buta aksara Al Qur’an. Sebanyak 35 persennya hanya bisa membaca Al Qur’an saja, sedangkan yang mampu membaca dengan benar hanya 20 persen.

Sementara itu survey yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) bersama Goethe Institute menunjukkan hasil yang sangat memprihatinkan. Survey yang dirilis pada 14 Juni 2011 mencatat kaum muda Muslim di sejumlah kota besar yang selalu membaca Al Qur’an hanya 10,8 persen, yang sering 27,5 persen, yang kadang-kadang 61,1 persen, dan yang tidak pernah 0,3 persen.

Membangun kesadaran untuk membaca sekaligus menghafal Al Qur’an inilah yang menjadi tantangan bagi Daarul Qur’an dalam mencapai targetnya. Maka memasuki tahun kedelapan ini Daarul Qur’an merilis program bertajuk It’s All about a Hundred.

Program ini nantinya akan terwujud dalam bentuk pembangunan 100 pesantren tahfidz di seluruh Indonesia, 1000 rumah Qur’an di 10 provinsi, 100 klinik Rumah Sakit Tipe D (tipe Pratama), 100 Jembatan Arrahman untuk desa terpencil, 100 Pasar daging, 100 pasar buah, 100 pasar sayur, dan 100 pasar pakaian, 100 area kuliner, 100 Bank mini berbasis Syari’ah dan ATM Center, 100 babershop, 100 pertokoan, 100 areal pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. 

Program ini bukanlah semata-mata dilihat dari segi fasilitas dan jumlah saja, akantetapi ini lebih kepada sebuah gerakan mulia membangun bangsa ini menuju generasi qur’ani. Cita-cita dan target besar mencetak penghafal al-Qur’an sebanyak-banyaknya membuat Daarul Qur’an menginisiasi program ini.

“Dalam setiap programnya Daarul Qur’an selalu memotivasi masyarakat untuk membaca, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. Semoga lewat program it’s All about a hundred ini gerakan menghafal Al-Qur’an akan semakin massif,” ujar Tarmizi Ashidiq, Ketua Daarul Qur’an.

Lewat pembangunan 100 pesantren tahfidz, Daarul Qur’an ingin menguatkan gerakan menghafal Al-Qur’an di Indonesia melalui pendidikan formal. Nantinya, sebagaimana impian Ustadz Yusuf Mansur selaku pendiri Daarul Qur’an, tiap-tiap pesantren tidak akan menjadi institusi pendidikan belaka, melainkan akan juga ikut menggerakkan ekonomi kreatif lainnya.

Pesantren tahfidz Daarul Qur’an ini nantinya juga tidak hanya khusus bagi siswa yang berbayar melainkan program beasiswa pendidikan bagi para santri yang berprestasi.

Melanjutkan program kampung Qur’an di Merapi dan NTT. Daarul Qur’an kembali mencanangkan program 1000 rumah Qur’an. Lewat program ini Daarul Qur’an ingin membangun kawasan berbasis penghafal Al Qur’an melalui hunian sehat yang diberi nama Rumah Qur’an serta juga dibangun Saung Qur’an dan asrama tahfidz sebagai pusat pendidikan menghafal Qur’an. Nantinya 1000 rumah Qur’an akan dibangun di 10 provinsi.

Kemudian juga akan dibangun 100 Jembatan Arrahmah bagi desa terpencil. Program ini berangkat dari fakta banyaknya jembatan yang menjadi penghubung antar desa berada dalam kondisi menyedihkan. Padahal keberadaan jembatan ini sangat vital bagi masyarakat. Tidak hanya bagi anak-anak yang ingin ke sekolah Jembatan juga penting dalam proses membangun masyarakat dari desa dengan mempercepat roda ekonomi, pendidikan, peradaban dan memperluas penetrasi dakwah. Jembatan juga solusi untuk terwujudnya pemerataan pembangunan dan kemajuan masyarakat di pelosok untuk bisa mengakses kehidupan lebih maju.

Kemudian Daarul Qur’an melalui lembaga jejaringnya- -Daqu Agrotechno--mencoba menginisiasi program guna membiayai santri penghafal Al- Qur’an. Program tersebut adalah “Program 10 Ribu Hektar Pohon Sawit: Satu Pohon untuk Satu Santri Penghafal Al-Qur’an”.

Mengawali dream tersebut, dengan dukungan berbagai pihak, Daarul Qur’an melakukan pembebasan lahan seluas 1.000 hektar di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Pembebasan lahan ini ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama antara Koperasi Koperasi Primer Tani Karya Lestari dan Pesantren Daarul Qur’an.

Seiring dengan program 100 Pesantren, PPPA Daarul Qur’an lembaga nirlaba yang didirikan oleh Daarul Qur’an secara bersamaan mengembangkan program yang telah berjalan seperti pembinaan rumah-rumah tahfidz yang terus ditingkatkan kinerjanya, pengembangan klinik Daqu Sehat dan program lainnya yang telah berjalan.

Rabu, 01 April 2015

Makna Riyadhoh

TANYA: Assalamu’alaikum Wr Wb. Ustadz, katanya menghafal AlQur’an itu tidak terlalu sulit. Nah, bagaimana cara yang sistematis untuk bisa menghafal AlQur’an? Syukron

Nurbaity, Bogor.

JAWAB: Wa’alaikum Wr Wb. Kata Riyadhoh terambil dari kata Ar-Riyadhu, Ar-Raudhu semakna dengan At-Tamrin yang mengandung arti : latihan atau melatih diri.

Dalam riyadhoh, kita berlatih untuk membiasakan diri melaksanakan ibadah-ibadah mahdhoh (ritual) dan ghairu mahdhoh. Sehingga, kedua macam ibadah itu menjadi budaya hidup kita sehari-hari.

Berikut rincian riyadhoh dalam ibadah mahdhah :

Jaga Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat.
Jaga Shalat Shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. (Khusus soal shalat, terkandung di dalamnya menjaga berjamaah, di masjid, lengkap dengan qabliyah dan ba’diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sebagai tanda kita datang sebelum waktunya adzan).
Jaga baca Surat Al Waaqi’ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih).
Jaga Shalat Dhuha 6 Rakaat. Yang kuat, 12 rakaat.
Baca zikir usai shalat, plus bacaan Yaa Fattaah Yaa Rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus Surat Al Ikhlas 3x. Ini setiap usai shalat.
Khusus usai Shalat Subuh dan Ashar, ditambah 4 ayat terakhir Surah Al Hasyr.
Jaga setiap hari membaca 300x Laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Boleh 100x. Dan boleh dibagi-bagi di 5 waktu shalat.
Jaga setiap hari baca Istighfar 100x.

Jaga setiap hari baca Subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil ‘adzhim 100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/ jelang maghrib).
Jaga setiap hari baca Surat Yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yang penting 1 hari 1x).
Tutup malam dengan shalat sunnah 2 rakaat; baca Al Kafirun di rakaat pertama, Al Ikhlas di rakaat kedua. Setelahnya baca salah satu dari As Sajdah, Al Mulk, atau Ar Rahman.
Salah satu kedahsyatan riyadhoh adalah kehebatan Sholat Dhuha. Hal ini diwasiatkan Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi dari Anas ra).

“Di setiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha sebanding dengan pahala semua itu

“Di dalam tubuh manusia ada 360 sendi, yang atasnya masing- masing dia bersedekah, setiap sendi satu sedekah. Para sahabat bertanya : siapa yang sanggup melakukan itu ya rasulullah? Beliau berkata: menghilangkan dahak (kotoran) di masjid, atau membuang sesuatu yang mengganggu di jalan, maka bila tidak sanggup cukup diganti dengan dua raka’at shalat dhuha yang pahalanya serupa dengannya.

Kemudian bentuk riyadhoh yang lain adalah seperti yang dikemukakan Ustadz Yusuf Mansur, yaitu menghindari dari, atau bertaubat atas 10 dosa besar :

Syirik
Meninggalkan Shalat
Durhaka Kepada Orang Tua
Zina
Rizqy Haram
Mabok
Memutus Silaturrahim
Bohong (nuduh zina, saksi palsu, bohong)
Kikir
Ghibah